Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

kompor listrik

KOMPONEN KOMPOR LISTRIK

Kompor listrik merupakan alat yang sangat akrab di lingkungan rumah tangga karena sebagian besar warga mayarakat menggunakannya sebagai alat untuk masak memasak. Mengapa alat ini demikian populer, itu karena kepraktisan dan kemudahan dalam memakaianya, yaitu tinggal menghubungkannya dengan stop-kontak listrik saja. Dibandingkan dengan kompor gas, kompor listrik mempunyai kekurangan, yaitu waktu pemanasannya yang relatif lambat untuk kapasitas yang sama. Permasalahan lain bagi masyarakat kelas menengah ke bawah adalah pada penyediaan daya listriknya. Biasanya kompor memerlukan daya listrik yang relatif besar, yaitu minimal 1000 W, sedangkan kapasitas daya sebesar itu jarang ada di perumahan menengah ke bawah.



Prinsip kerja kompor listrik
Cara kerja kompor listrik dapat dijelaskan sebagai berikut. Bila suatu tahanan R dihubungkan dengan sumber tegangan V seperti yang ditunjukkan pada gambar, arus I akan mengalir melalui tahanan tersebut. Sifat tahanan adalah apabila dialiri arus listrik maka tahanan tersebut akan melepaskan panas. Panas yang dilepaskan oleh tahanan tersebut adalah energi listrik yang bisa dituliskan sebagai:
U = I2. R. t [Wh, kWh atau joule]
di mana:
U = energi listrik [Wh, kWh atau joule]
I = arus listrik [A]
R = tahanan [Ohm]
t = waktu [detik, jam (Hour)]
Daya kompor P dapat dituliskan sebagai:
P= V. I atau I2.R [W, kW]
Elemen pemanas
Kompor listrik biasanya mempunyai kepala kompor (hot plate) 1, 2, 3, 4 atau 5 kepala kompor tergantung dari daya kompornya. Semakin banyak jumlah kepala kompor semakin besar dayanya. Berikut ini adalah gambar dari salah satu jenis kompor listrik. Tahanan R
yang dibahas di atas adalah elemen pemanas kompor dan ini merupakan bagian utama dari kompor listrik. Dalam gambar terlihat, bahwa untuk kompor jenis ini elemen pemanasnya dimasukkan di dalam slot-slot pada kepala kompor (piring panas) sehingga tampak dari luar hanya berupa piring seperti yang terlihat pada gambar. Kepala kompor ini juga merupakan
tempat di mana wadah pemasak di letakkan. Karena fungsi itu, kepala kompor selalu dibangun sedemikian rupa sehingga mudah digunakan untuk meletakkan wadah masakan, mudah dalam pembersihannya dan manistampilannya.
Jenis-jenis kompor listrik
Ditinjau dari proses pemanasannya, ada banyak jenis kompor listrik yang ada di pasaran, di antaranya adalah:
Kompor listrik biasa
Kompor listrik ini mempunyai elemen pemanas yang diletakkan di bagian dalam kepala kompor. Ketika kompor dihubungkan ke sumber listrik dan di hidupkan, maka arus listrik akan mengalir ke dalam elemen. Dengan mengalirnya arus tersebut terjadi pemanasan pada elemen akibat tahanan elemen tersebut.

                                                       Kompor dengan elemen
                                                          pemanas terbuka
Panas itulah yang dimanfaatkan untuk memasak makanan. Pada gambar ini ditunjukkan pula dudukan elemen pemanas dan dudukan tempat masak yang tahan panas.
Pada tipikal kompor ini dilengkapi dengan sebuah pipa pengatur suhu yang diletakkan membentang di dekat elemen pemanas. Pipa logam ini berfungsi mengendalikan suhu komporsesuai dengan kebutuhan. Pengaturan suhu ini memanfaatkan faktor pemuaian
pipa tersebut. Bila suhu semakin tinggi, pipa memuai sehingga batangnya semakin memanjang. Pemanjangan pipa inilah kemudian dimanfaatkan untuk memutuskan kontak dari sumber listrik. Bila suhu turun, panjang pipa berkurang dan menghidupkan kompor kembali. Demikian kerja kompor secara berulang.
Piring panas (hot plate)
Kompor listrik jenis ini mempunyai kepala kompor berupa piring panas (hot plate) di mana elemen pemanas kompor diletakkan. Berbeda dengan jenis kompor yang pertama, elemen pemanas pada kompor ini tertutup sama sekali sehingga dilihat dari luar hanya kelihatan kepala kompornya saja. Elemen pemanas dipasang melekat di bagian bawah piring panas. Perlengkapan-perlengkapan lainnya seperti terlihat pada.Kompor jenis ini ada yang biasa dan ada yang cepat (disebut kompor kilat). Kompor kilat waktu pemanasannya lebih cepat dibandingkan dengan yang biasa. Kedua jenis kompor ini bila ditinjau dari konstruksinya tidak ada perbedaan. Yang membedakan hanya dayanya yang lebih tinggi dengan ukuran fisik yang sama. Seperti yang ditunjukkan dalam tabel. Untuk ukuran diameter yang sama, daya kompor berbeda dan daya kompor tergantung pada ukuran piring panasnya. Semakin besar diameter piring panasnya semakin besar pula dayanya.

                                                             
                                                 Kompor listrik jenis dengan 4
                                                       piring panas (hot-plate)

                                                        Konstruksi hot plate
Daya Kompor Listrik
Diameter
Biasa
Kilat
[mm]
[W]
[W]
145
1000
1500
180
1500
2000
220
2000
2600
Rangkaian kompor listrik
Berikut ini adalah beberapa jenis rangkaian kompor listrik secara tipikal.
Untuk kompor yang dayanya kurang dari 4 kW, pada umumnya menggunakan sistem fasa-satu dengan 3 penghantar (kiri), yaitu penghantar fasa, netral dan pentanahan. Untuk kompor berdaya di atasnya menggunakan sumber fasa-tiga dengan 5 penghantar, (kanan), yaitu: 3 penghantar fasa, 1 netral dan 1 pentanahan.

                                              Konfigurasi rangkaian elemen
                                                        Pemanas
Skema berikut ini menunjukkan mekanisme kompor listrik tipikal


                                                  Skema mekanisme kendali
                                                     kompor listrik tipikal
CARAKERJA KOMPOR LISTRIK

                    
                               
Bila suatu tahanan R yang bersumber tegangan V dengan arus I akan mengalir melalui tahanan tersebut. Sifat tahanan itu akan melepaskan energi listrik yg berupa panas jika di aliri arus listrik.
Energi listrik
U = I2. R. t [Wh, kWh atau joule]
yaitu
U = energi listrik [Wh, kWh atau joule]
I = arus listrik [A]
R = tahanan [Ohm]
t = waktu [detik, jam [Hour]
energi listrik yang diubah menjadi panas tergantung pada :
· arus listrik (I) yang mengalir
· besar tahanan (R)
· lama arus listrik mengalir (t).
Besaran yang paling dominan adalah arusnya (karena secara perhitungan kuadrat)
R adalah tahanan dari elemen pemanas kompor listrik.
Besaran energi ini tidak begitu umum diketahui oleh masyarakat.
Tegangan tersebut adalah tegangan kerja dari kompor, yaitu bila kompor dipasang pada tegangan ini maka kompor akan bekerja secara nominal dengan daya seperti yang tertulis pada pelat-nama kompor. Daya kompor ditulis dengan huruf P dalam satuan watt atau kilowatt.
Daya kompor :
P= V. I atau I2.R [W, kW]
Daya kompor menunjukkan kapasitas dari kompor,.
semakin besar dayanya akan semakin besar pula kapasitas untuk memasaknya dan waktu pemanasannya juga akan semakin cepat.
 
PENGATURAN SUHU
Pengaturan suhu dilakukan melalui saklar pengatur, sensor suhu, pipa kapiler dan membran pemuaian. Saklar pengatur, kontak saklar, membran dan kontak 1 dan 2 berada pada satu poros Prinsip kerja pengaturan suhu kompor dapat dijelaskan sebagai berikut:
1 Kompor dihidupkan dengan memutar Saklar pengatur. Pemutaran saklar ini membuat kontak saklar tertutup (ON) dan dengan saklar ini pula diatur suhu yang dikehendaki.
2 Ketika kompor ON dengan suhu tertentu, maka arus listrik mengalir ke elemen-elemen pemanas melalui kontak 1 dan 2.
3 Kompor semakin lama semakin tinggi suhunya. Peningkatan suhu ini akan dideteksi oleh sensor suhu, dan panas disalurkan dari kepala kompor ke membran pemuaian.
4 Dengan adanya peningkatan panas ini, membran memuai dan menggerakkan poros.
5 Bila suhu yang dikehendaki tercapai, maka gerakan pemuaian membran tersebut akan memutuskan kontak 1 dan 2 sehingga kompor mati.
6 Ketika suhu menurun kembali,
membran akan menyusut, dan pegas membawa poros sesuai arah penyusutan membran sehingga kontak 1 dan 2 On kembali. Demikian proses ini terjadi secara berulang.

Posting Komentar untuk "kompor listrik"